Home » » Kasus Cabut Pentil dan Budaya Indonesia

Kasus Cabut Pentil dan Budaya Indonesia

Ya beginilah kalau kebiasaan melakukan kesalahan dibiarkan sampai berkarat, susah mau di benerin.. di lunakin melunjak, dikasarin dikit nanti HAM, kalo lebih kasar lagi nanti di Petrus  kan?? mbok ya kalo salah itu ya tau diri, ga usah pake acara ribut..dan saat ini sedang ada proses bertahap melawan arus yang dilakukan pemerintah DKI khususnya untuk meluruskan hal hal pokok tertib hukum, tertib sosial.. malu dong pak, bu.... anda tinggal di ibukota negara loohh yang katanya masyarakatnya cerdas2.. tapi kok???

Razia parkir yang dilakukan petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan berbuah malapetaka. Lantaran geram pentil bannya dicabut, seorang warga menghajar Suratno memakai kunci roda. Ketika itu Suratno dan beberapa anggota Sudin Perhubungan lainnya menggelar razia parkir liar  di sepanjang Jalan Aditya Warman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tiba-tiba, Suratno dipukul  oleh seseorang dari belakang dan mengenai bagian kepalanya.

Suratno sempat menoleh ke belakang dan melihat sebuah mobil melaju kencang melewatinya. Diduga pelaku pemukukan tersebut merupakan salah seorang warga yang tidak senang pentil ban mobilnya dicabut petugas.

"Untung saya pakau helm. Kalau enggak kepala saya bocor," tutur Suratno kepada Warta Kota, Rabu (2/10/2013).

Tidak hanya dipukul, Suratno juga dicaci maki beberapa orang ibu penjemput yang mengaku sebagai istri pejabat dengan kalimat kasar. "Saya orang kaya, saya bisa tuntut kamu. Kamu jangan sembarangan sama saya, saya istri pejabat, tahu enggak kamu..., " papar Suratno menirukan  cacian yang diterimanya.

Diakui Suratno, seluruh petugas Dishub yang melakukan operasi penertiban parkir liar agak was was juga saat berada di lapangan. Sebab mereka sering mendapat perlawanan dari warga yang tidak senang dengan razia itu.Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Arifin HM, mengatakan, petugas mengamankan 70 unit kendaraan yang parkir liar. "Yang terjaring operasi milik warga yang mengantar anaknya ke Al Azhar. Ibu-ibu sempat protes pada kami, juru parkir liarnya manggil-manggil massa. Tapi petugas beri pengertian supaya saat mengantar anaknya, orangtua diminta untuk langsung kembali pulang tanpa parkir kendaraannya di situ," jelasnya.

Sumber: kompas

POSTED BY Rahadi Teguh
POSTED IN
DISCUSSION 0 Comments

Leave a Reply