Home » , » Tanah Surga, Katanya

Tanah Surga, Katanya


Yee.. kali ini nonton kedua kalinya bareng ama pacar tersayang #Pelukk
*gak lagi marah-marah *gak lagi nangis - nangis *hhahaha
* tapi nangis terharu liat filmnya 



Keren nih film. Tanah Surga... Katanya. Yang diproduseri oleh Deddy Mizwar.
Film ini menceritakan kehidupan masyarakat yang berada di daerah perbatasan negara Indonesia – Malaysia, bagaiman susahnya hidup didaerah terluar negeri ini yang tak ada perhatian dari pemerintah. Sekolah sudah 1 tahun tak digunakan. Menyanyikan lagu kebangsaan negara sendiri anak anak SD kelas 3 dan 4 pun tak bisa. Pejabat desa pun tak punya bendera merah putih. Uang Rupiah disini tak berlaku. Ringgit, karena mayoritas orang berjualan di Malaysia.

Siapa yang peduli dengan orang - orang perbatasan negeri ini? sedangkan pejabat - pejabat negera kita asikk dengan studi bandingnya ke negara maju. Melancong, Korupsi, Tidur saat rapat, Berdebat sana sini tak ada hasilnya, Ngomong doang, Menggunakan fasilitas rakyat untuk kepentingannya. Siapa yang peduli?

Ironis memang. Kita yang hidup di tengah - tengah pusat pemerintahan tak mempunyai rasa nasionalisme. Sedangkan orang - orang diperbatasan yang jauh dari perhatian pemerintah, masih kuat dan bangga mengakui bangsa Indonesia sebagai bangsanya.

Dilema dialami oleh Pak Hasyim kakek dari Salman ketika diajak anaknya Haris, untuk pindah ke Malaysia untuk mencari kehidupan yang lebih baik dari pada didaerah perbatasan Indonesia - Malaysia yang tak diperhatikan oleh pemerintah. Sebagai seorang mantan pejuang kemerdekaan yang masih menggenggam nilai-nilai nasionalisme yang tinggi, Pak Hasyim jelas menolak ajakan tersebut.

Tak ada yang peduli dengan pendidikan didaerah perbatasan. Hanya ada 1 guru disana. Dengan sekolah yang sudah tidak layak. Lantai kayu yang rapuh menjatuh kan Dokter Intel ketika menggantikan mengajar Ibu Guru Astuti.

Film ini berusaha menunjukkan bahwa tanah air Indonesia tidak seindah dan semakmur bayangan masyarakatnya selama ini, khususnya ketika pemerintah sama sekali bersikap acuh kepada nasib keseharian para warganya.

Benar benar tepat sekali lagu koesplus "Kolam Susu" untuk menggambarkan negeri ini, katanya.

Dan ini puisi yang dibacakan oleh Salman saat ada kunjungan dari pemerintahan, tak peduli, acuh, pemberian bantuan pun tak tepat sasaran, karena dibacakan puisi ini, dari pihak pemerintah yang diwakili oleh Deddy Mizwar merasa tersinggung dan mencoret semua bantuan yang akan diberikan.

Bukan lautan hanya kolam susu.... katanya

Tapi kata kakekku hanya orang kaya yang bisa minum susu

Tiada badai tiada topan yang kau temui.... katanya

Tapi kenapa ayahku tertiup angin ke Malaysia

Kail dan jala cukup menghidupimu.... katanya

Tapi kata kakekku ikannya diambil negara asing

Ikan dan udang menghampiri dirimu.... katanya

Tapi kata kakekku ssh.... ada udang di balik batu

Orang bilang tanah kita tanah surga.... katanya

Tapi kata dokter Intel yang punya surga hanya pejabat-pejabat

Ya, segitu deh kurang lebihya.

Makasih sayangg diajak nonton. Lain kali lagi ya. *gak pake marah pokoknya *ahahaha #peluukkkk




POSTED BY Rahadi Teguh
DISCUSSION 0 Comments

Leave a Reply